Sabtu, 27 Juni 2026

Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Tahun 2027

 

MUSYAWARAH DESA

PERENCANAAN PEBANGUNAN DESA TAHUN 2027

Ketua BPD dalam membuka kegiatan Musyawarah Desa (Msde Pembangunan Desa Pertama-tama mengajak seluruh peserta yang hadir untuk tak henti hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan Musrenbang Desa ini. Juga mengucapkan hormat dan terima kasih kepada Bapak Camat Kelubagolit bersama Tim Kecamatan yang hadir, Bapak Kepala Desa Beserta Perangkat Desa, Pendamping Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Ibu-Ibu PKK, Serta Seluruh Peserta Musrenbang Des Beliau dalam sambutannya, menyampaikan bahwa hari ini, Rabu 24 Juni 2026, Pemerintah Desa bersama BPD dan seluruh unsur masyarakat telah melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa sebagai forum untuk menyusun dan menetapkan usulan program prioritas pembangunan desa tahun 2027. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pemerintah desa, BPD, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi serta menyusun prioritas pembangunan desa. Semoga melalui musyawarah ini dapat melahirkan program-program yang tepat sasaran, bermanfaat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat walau dalam kondisi .pemangkasan anggaran Dana Desa yang begitu banyak.

Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif. Semoga hasil musyawarah menjadi dasar pembangunan desa yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.

  1. BPD sebagai mitra Pemerintah Desa berkomitmen untuk mengawal hasil Musrenbang agar proses perencanaan berjalan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel demi terwujudnya pembangunan desa yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat mengikuti Musrenbang Desa. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang terbaik bagi kemajuan desa kita. Mari bersama membangun desa yang maju, mandiri, dan sejahtera."

Akhir kata……..Dengan mengucapkan syukur kahadirat Tuhan Yang Maha Esa, restu Leluhur Lewotana dan atas ijin kita semua yang hadir, kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan pada hari ini rabu tanggal 24 juni 2027 secara resmi saya nyatakan dibuka.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sekretariat Post #EKMAR#

Selasa, 09 Juni 2026




REMBUK STUNTING 

Dalam membuka kegiatan, Ibu sekretaris BPD mewakili Ketua BPD dalam sabutannya, beliau menyamp[aikan bahwa Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, keluarga, hingga masyarakat secara umum.

Melalui rembuk stunting ini, mari kita bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang ada, menyepakati usulan program prioritas, serta mengalokasikan sumber daya yang tersedia agar penanganan stunting di desa dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Semoga kegiatan ini menghasilkan keputusan dan komitmen yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa kita

 

Minggu, 28 Juli 2019

Pelantikan BPD Antar Waktu

Acara pengambilan sumpah dan pelantikan anggota BPD antar waktu... dalam sambutannya"camat Kelubagolit, Ulin Agan Lambertus, mengharapkan agar kerja sama yang baik terus dijalankan dengan pemerintah desa agar kedepannya desa kita di kec. Kelubagolit semakin baik dan terus berkembang...

Sabtu, 16 Maret 2019

RUMAH ADAT



Rumah Adat Lamatokan-Lewobelek.
Ciri khas rumah adat ini dibangun diatas susunan batu yang ditata sedemikian rupa sebagai pondasi yang kokoh guna memikul beban daripada bangunan tersebut. Terbuat dari bahan atau material lokal sehingga memerlukan keahlian khusus untuk meracik sampai bangunan bisa berdiri dengan kokohnya. Kenapa harus memiliki keahlian khusus, kata salah seorang yang hadir menyaksikan proses pembangunan itu kepada tukang ahli yang dipercayakan membangun rumah adat itu.”harus punya keahlian khusus karena tidak menggunakan paku atau bahan pabrikasi’’. Bahan pengganti paku adalah tali, yakni tali dari kulit pelepah daun lontar dan lidi pohon enau.
Pekerjaan yang dilakukan tentu diawasi oleh seorang “Ata Mua” sehingga tidak dilakukan/dikerjakan sesuka hati. Ciri khas lain daripada rumah adat ini adalah dipasang parang dan tombak sebagai lambang kekuatan yang terbuat dari belahan bambu. Bahan atap adalah dari alang-alang yang telah dirangkai pada bilahan bambu. Kurban dalam pembangunan rumah adat ini adalah hewan Babi dan Kambing, namun sebelum selesai pengatapan, hewan kurban tersebut belum bisa disembelih.
 Setelah selesai pengatapan, akan dilakukan seremoni akhir dengan pemotongan hewan (babi dan kambing) sampai kepalanya putus sebagai kurban syukur atas terbangunannya rumah adat tersebut. Setelah itu, hewan kurban tersebut akan dimakan oleh semua yang hadir dalam proses pembangunan rumah adat itu. Rumah adat ini dalam bahasa Lamahot disebut “Lango Belen”. (Humas Pemdes)             

DUKUNGAN PEMERINTAH DESA



DUKUNGAN PEMERINTAH DESA TERHADAP PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) DESA SUKUTOKAN
Sukutokan Post.
Hari ini tepatnya tanggal 14 Maret 2019, Pemerintah Desa Sukutokan kedatangan seorang tamu Luar Negeri untuk melakukan Penelitian dan Wawancara terkait keberadaan Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) di Desa Sukutokan. Banyak hal yang dilontarkan oleh Tuan yang bernama lengkap Event Jan Quak dari Institut Of Development Studies University Of Sanex Pekka dengan penejermah bahasa Ibu Villa dan Ibu Kodar dari  Pekka Jakarta kepada orang nomor satu di Desa Sukutokan/Kepala Desa Sukutokan “Cornelius Suban Ratu”. Dalam pembicaraan atau wawancara yang dilontarkan oleh Tuan Jan dengan bahasa yang tak lasim yakni bahasa inggris dan diterjemahkan oleh ibu Villa dan ibu Kodar, “Cornelius’ yang akrab disapa oleh masyarakat menjelaskan secara detail keberadaan kelompok Pekka di Desa Sukutokan serta kegiatan dan peran serta warga ketika masuk menjadi anggota Pekka. Ketika menjadi anggota Pekka, banyak sekali ilmu dan pengalaman yang didapat sehingga ketika kembali kemasyarakat, mereka bisa membantu  Pemerintah Desa, “kata Kepala Desa Cornelius”. Contohnya, sekarang ada yang menjadi pengurus Kelompok Pinjaman Dana Bergulir Program Anggur Merah. Kelompok Pekka juga sangat membantu masyarakat khususnya anggota kelompok akan kebutuhan Sembako. Akhir dari wawancara, Tuan Jan mengatakan merasa sangat bahagia berada di kantor desa ini (Sukutokan) dan berterima kasih atas dukungan pada Pekka selama ini oleh Pemerintah Desa. Humas Pemdes